Kamu hingga kini belum juga sadar kalau aku jatuh hati pada hatimu. Baguslah.. mungkin ini yang terbaik untuk kita. Mungkin ini akan menjadi baik untuk kita, agar kita benar-benar bisa saling mengenal, agar kita bisa saling memahami kurang dan lebih yang kita miliki.
Kamu hingga kini belum juga paham dari kata “kamu”, “cinta” dan “sayang” yang aku ucapkan adalah selalu tertuju padamu.
Kamu hingga kini belum juga mengerti dari sikap dingin dan sinisnya aku saat kamu terlihat memperhatikannya. aku cemburu…. aku meringkih. Ku mohon jangan biarkan pesonamu terus terpendar. Cukup! Cukup menjadi kamu yang seperti ini saja sudah membuatku mabuk kepayang.
Sekarang aku mengerti dibalik senyumnya kamu, tawanya kamu adalah nyata bahwa kamu sedang jatuh hati. Kamu sedang jatuh hati tetapi bukan pada hatiku. Memang tak pantas aku mengatakan ini… tapi sungguh aku rela… jika mencintai dia adalah bahagia kamu. Biarlah aku disini menangis bahagia akan kemesraan kalian berdua. Biarlah aku merintih perih hingga tuhan memerintahkan waktu berhenti dan menjadikan hati kita sama-sama dipenuhi oleh cinta yang bertasbih.