Ask me anything

Aku gila. aku kehilangan akal sehat. berbicara dan asik bermain dengan kata. menyudut dan menyendiri menjauhi segala keriuhan. Sungguh, aku sungguh tak peduli dengan kegaduhan disekitarku. Kamulah alasanku! Kamu, rindu yang telah menjadi candu. Kapan kamu akan datang menyembuhkan kegilaan ini?

Kamu hingga kini belum juga sadar kalau aku jatuh hati pada hatimu. Baguslah.. mungkin ini yang terbaik untuk kita. Mungkin ini akan menjadi baik untuk kita, agar kita benar-benar bisa saling mengenal, agar kita bisa saling memahami kurang dan lebih yang kita miliki.

Kamu hingga kini belum juga paham dari kata “kamu”, “cinta” dan “sayang” yang aku ucapkan adalah selalu tertuju padamu.

Kamu hingga kini belum juga mengerti dari sikap dingin dan sinisnya aku saat kamu terlihat memperhatikannya. aku cemburu…. aku meringkih. Ku mohon jangan biarkan pesonamu terus terpendar. Cukup! Cukup menjadi kamu yang seperti ini saja sudah membuatku mabuk kepayang.

Sekarang aku mengerti dibalik senyumnya kamu, tawanya kamu adalah nyata bahwa kamu sedang jatuh hati. Kamu sedang jatuh hati tetapi bukan pada hatiku. Memang tak pantas aku mengatakan ini… tapi sungguh aku rela… jika mencintai dia adalah bahagia kamu. Biarlah aku disini menangis bahagia akan kemesraan kalian berdua. Biarlah aku merintih perih hingga tuhan memerintahkan waktu berhenti dan menjadikan hati kita sama-sama dipenuhi oleh cinta yang bertasbih.

21 hours ago
0 notes
kadang aku ingin menulis apapun, agar tidak ada yang mengerti siapapun, tanpa perduli tatapmu ke arah manapun. begitu, pahamilah
kelak kau akan sadar, kaulah penyebab setiap untaian cinta yang terurai dalam susunan kata yang kutulis.
Gelas keyakinanku sudah terisi penuh, sisanya tumpah membanjiri permukaan pipiku.
aku dan kamu sama-sama sedang jatuh cinta. Tapi kita tidak bertemu di satu hati.
Senyummu. Tawamu. Candamu. Kompilasi tiga sisi sempurna dari segitiga kebahagiaanku
Jatuh cinta padamu itu berotasi dan bergravitasi. Berputar terus dan terus berputar. Terbang kemudian jatuh. Jatuh kemudian terbang kembali. Tidak berhenti di satu masa.
Kuciptakan kata, kuperindah rangkaiannya sebisa mungkin. Agar bisa kamu baca dengan seksama dan hatimu dipenuhi rasa nyaman.
betapa aku mencintaimu, hingga untuk sekedar menyapa menggigil tubuhku
aku tidak sembarangan memberi hati. ketika kuberikan padamu, rawat ia baik-baik. gurat lukanya sudah terlalu banyak..
Biarkan mata, mulut, hidung, telinga, dan hatiku yang menyaksikan sendiri bagaimana kamu bahagia.
rindu menghantamku bertubi-tubi, hanya bayanganmu yg bisa menguatkan.
Di depanmu, aku malu memandangmu. Di depan Tuhanku, terang-terangan ku memintamu.
@morniingdew (via ceritatata) <~ Bukan via @karizunique? :)

(via karizunique)

4 days ago
310 notes